| |

Layang-Layang di Taman Jayengrono

Hai, teman-teman kita berjumpa lagi…. Kali ini kami ingin mengajak kalian untuk melihat penampilan teman-teman dari SD Kristen Petra 1 yang diberi kesempatan mengisi acara di Taman Jayengrono, Surabaya. Tapi, sebelumnya kita simak dulu yaa,,, apa dan bagaimana sih Taman Jayengrono itu?

Taman Jayengrono adalah sebuah taman bersejarah yang berlokasi didepan Jembatan Merah Plaza. Taman tersebut memiliki beberapa elemen yang mengandung filosofi tersendiri, antara lain Spot Mallaby. Merupakan lokasi tewasnya Brigjend A.W.S. Mallaby  dalam peristiwa baku tembak yang kemudian kematian komandan tentara Inggris itulah yang akhirnya memicu pecahnya pertempuran 10 November di Surabaya. Selain itu, taman ini berfungsi sebagai Memorial Park untuk mengenang semangat perjuangan arek-arek Suroboyo dalam pertempuran Surabaya dan taman ini juga bisa menjadi alternatif warga untuk beraktifitas atau sekadar berekreasi.

Nah, tepatnya hari Sabtu tanggal 20 Oktober 2018, teman-teman dari SD Kristen Petra 1 mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu pengisi acara Gebyar Kreativitas Seni Siswa jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Surabaya tahun 2018. Berbagai penampilan dari beberapa sekolah digelar dalam acara tersebut, dalam kesempatan ini teman-teman kita menampilkan sebuah tarian tradisional yang berjudul “Layang-layang”. Tarian ini ditampilkan dengan penuh antusias dan semangat oleh  4 siswa kelas III, yaitu Patty, Kelly, Gwen, dan Zaifa. Tarian ini menggambarkan tentang rasa kegembiraan anak-anak yang karena keuletannya berhasil memenangkan dalam bermain layang-layang. Pesan moral yang disampaikan dalam tarian ini adalah walaupun banyak hambatan dan rintangan yang terjadi, kita harus tetap berjuang dengan penuh semangat, belajar dengan giat dan tentunya terus berdoa untuk meraih cita-cita dan harapan kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.

We are the Blessed Children

blessed 01

Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya kepada para murid mengenai hal Kerajaan Allah, menggunakan anak-anak sebagai model orang-orang yang memiliki Kerajaan Allah. Ketika para murid menghalangi anak-anak datang pada-Nya, Ia justru menyambut anak-anak dan memberkati anak-anak (Markus 10:14-16). Tuhan mengaruniakan Kerajaan Allah bagi anak-anak dan memberkati anak-anak supaya dapat menyatakan Kerajaan Allah di tengah kehidupannya. Sering kita pahami bahwa berkat adalah sebagai sesuatu yang indah, menyenangkan dalam wujud materi yang berasal dari Tuhan. Dalam bacaan kita, berkat yang disampaikan Yesus kepada anak, terwujud dalam penerimaan yang menghadirkan damai sejahtera bagi mereka. Penerimaan itu memberi deklarasi bahwa mereka juga masuk bagian dari Kerajaan Allah.

Sebagai bentuk respons atas berkat Tuhan tersebut, maka seorang perlu menyatakan dan menampilkan diri sebagai anak-anak bagian dari kerajaan Allah. Sayangnya, banyak anak yang tidak dapat merespons berkat Tuhan tersebut dengan baik. Mereka tampil dengan wajah dunia, yang justru merusak citra anak-anak Kerajaan Allah. Ditambah dengan situasi-situasi sulit yang mengitari mereka. Banyaknya kejahatan yang menyasar anak-anak, perlakuan tidak adil, kekerasan, bahkan dunia modern menjadi ancaman bagi perkembangan sosi-emosional mereka. Juga, anak-anak sering hadir di tengah konflik orang dewasa (keluarga) yang tidak sepenuhnya mereka pahami, namun mereka terpaksa ikut merasakan dampaknya. Di tengah situasi yang sulit itu, tidak mudah bagi anak-anak untuk tetap percaya dan menggantungkan hidup sepenuhnya kepada Dia yang memberkati mereka, apalagi tampil sebagai anak Kerajaan Allah.

Oriental Empire: Art, Heart, People

pentas_seni_04.jpgpentas_seni_02.jpgpentas_seni_01.jpgpentas_seni_03.jpg

Hai, teman-teman, kita jumpa lagi, semoga kabar baik ya …… Teman-teman kali ini kami akan mengajak kalian untuk melihat penampilan pentas seni yang diselenggarakan pada hari Rabu, 1 Agustus 2018 bertepatan dengan ucapan syukur ulang tahun yang ke-60 SD Kristen Petra 1. Kita simak yuk……… Kegiatan yang bditampilkan oleh teman-teman kita “Oriental Empire: Art, Heart, People”  adalah tema yang diangkat dalam pagelaran pentas seni yang dikemas dalam drama dan tarian. Dalam cerita ini menggambarkan tentang seorang putri Cina yang memiliki karakter baik hati, tidak sombong, dan baik hati. Putri ini tinggal bersama ibu tiri dan dua saudara tiri perempuan. Walaupun sang putri kerap kali mendapat perlakuan yang tidak wajar, baik dari ibu maupun saudara tirinya, ia tidak balas dendam melainkan tetap berbuat baik. Karakter inilah yang patut kita contoh, seperti halnya yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita, yaitu tetap memberikan kasih kepada saudara-saudara kita. Sehingga Kemuliaan Tuhan tetap terpancar melalui diri kita.

Merdeka...Merdeka!!!

merdeka_07.jpgmerdeka_08.jpgmerdeka_03.jpgmerdeka_05.jpgmerdeka_02.jpgmerdeka_06.jpgmerdeka_09.jpgmerdeka_04.jpgmerdeka_01.jpg

Semarak hiasan merah putih mulai terlihat di sepanjang jalan dan setiap sudut kota, bermacam-macam kegiatan sudah mulai terlihat, baik itu menghias kampung,tempat perkantoran, sekolah dan masih banyak lagi.

“ Ayo…ayo….maju…terdengar teriakan anak-anak bersemangat…, berbagai lomba dan kegiatan diadakan untuk meramaikan HUT ke-73 RI

Tujuh puluh tiga tahun sudah kita merdeka, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Selama 350 tahun sebelum merdeka kita dijajah oleh Kolonial Belanda, Inggris dan Jepang. Rakyat Indonesia telah lama menderita, mereka kehilangan hak yang dimilikinya.

Hari Pertama Aku di Sekolah

mpls 2018 01

Setiap siswa, apabila memasuki jenjang pendidikan formal yang baru, membutuhkan adaptasi atau pengenalan lingkungan, ketika ia harus berhadapan dengan dunia yang baru. Tahap pengenalan tersebut lebih dikenal dengan istilah MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), hal terpenting yang harus diberikan kepada siswa baru adalah mengenalkan budaya sekolah yang merupakan pencitraan dari sekolah dan telah menjadi karakter sekolah sehingga menjadi terkenal. Para siswa baru perlu diperkenalkan hal seperti ini, agar mereka tahu bahwa sekolahnya adalah sekolah yang the best of the best. Mereka juga dikenalkan dengan fasilitas belajar, strategi belajar, kurikulum, tata tertib serta lingkungan sekolah yang baru.

mpls_2018_01.jpgmpls_2018_02.jpgmpls_2018_03.jpg

Mereka terlihat begitu antusias saat dibimbing oleh ibu guru untuk melihat dan mengenalkan beberapa ruangan diantarannya ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang BK, ruang perpustakaan dan beberapa ruang lainnya.

boost the values reap the success