| |

 Batik dan Puisiku

Batik.pngIMG-20201021-WA0076.jpgIMG-20201021-WA0078.jpgIMG-20201021-WA0072.jpgIMG-20201021-WA0073.jpgIMG-20201020-WA0069.jpg

Hai... Sobat. Apa kabar kalian semua? Kita berharap dalam kondisi sehat selalu , meskipun pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Tak terasa kita sudah berada di bulan Oktober. Bulan Oktober merupakan bulan sangat istimewa, mengapa ya dikatakan istimewa..??? karena di bulan Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Batik Nasional tepatnya pada tanggal 2 Oktober  serta  disebut sebagai bulan Bahasa dan Sastra. Nah.. mengapa bulan Oktober disebut juga bulan Bahasa dan Sastra? Karena tepatnya 28 Oktober merupakan Hari Sumpah Pemuda serta ditetapkan pula Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi/ bahasa persatuan.  Wah.. memang tidak salah jika bulan Oktober ini merupakan bulan yang istimewa. Oleh sebab itu, sebagai ungkapan syukur, teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1 menggunakan busana batik pada hari Batik Nasional dan membuat puisi walaupun secara virtual.

Nah,,, sobat, ternyata dengan memakai baju batik kita telah turut serta melestarikan budaya Indonesia dan juga turut memperkenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Batik memiliki ciri dan corak yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Tidak heran kalau begitu banyak macam jenis dan corak batik di Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai rakyat Indonesia wajib bangga karena batik adalah karya seni khas Indonesia.

Teman -teman, kita sebagai generasi penerus wajib memaknai Sumpah Pemuda dengan cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari agar bahasa Indonesia dapat lebih dikenal dunia. Siapa yang akan menghargai bahasa Indonesia kalau bukan bangsa kita sendiri. Ayo generasi penerus bangsa, kita lestarikan dan kembangkan budaya Indonesia.

Kibarmu Adalah Semangatku

“Ayo, Joe, kamu pasti bisa! Jojo, Jojo, Jojo!!” masih terngiang teriakan teman-teman Jojo memberikan semangat kepada Jojo supaya Jojo dapat menjadi pemenang ketika mengikuti lomba 17 Agustus tahun lalu. Tapi…sekarang kita  tidak lagi mendengar teriakan-teriakan yang penuh semangat itu, kenapa yaa? Apa dan bagaimana yang terjadi dengan kondisi saat ini, apakah masih ada perlombaan untuk 17 Agustusan di sekolah kita, yaa. Kita cari tahu, yuuuk, bagaimana pelaksanaan peringatan HUT ke-75  RI di SD Kristen Petra 1? Peringatan HUT ke-75  Republik Indonesia tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya setiap memperingati HUT RI di sekolah kita selalu mengadakan berbagai macam lomba dari lomba menghias kelas, membaca puisi, menyanyikan lagu kemerdekaan dan masih banyak bermacam-macam lomba yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1-6 dan disaksikan secara langsung oleh teman-teman mereka dengan sorak-sorai, penuh canda dan tawa.

IMG-20200824-WA0061.jpgIMG-20200813-WA0028.jpgIMG-20200817-WA0025.jpgScreen_Shot_2020-08-24_at_10.10.48_AM_1.jpgScreen_Shot_2020-08-13_at_10.11.41_AM_1.jpgScreenshot_20200824-080611_Drive_2.jpgIMG-20200817-WA0055.jpgIMG-20200822-WA0122.jpgIMG-20200822-WA0124.jpg

Tahun ini pelaksanaan lomba maupun upacara peringatan HUT ke-75 RI sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dilakukan secara virtual dikarenakan kondisi negara yang tengah menghadapi pandemi virus Covid-19.

Meskipun pelaksanaan lomba dan upacara HUT ke-75 RI dilakukan secara virtual atau dilakukan dari rumah masing-masing yang dipandu oleh guru kelasnya, tidak mematahkan semangat siswa-siswi SD Kristen Petra 1 untuk ikut berbagai macam lomba. Di bawah ini merupakan hasil lomba yang dicapai oleh siswa-siswi SD Kristen Petra 1:

Kelas Jenis Lomba Juara
IA Menyanyi lagu Hari Merdeka diiringi musik bersama orang tua atau saudara.

1. Xavierynn Christensen Tjia
2. Jeremiah Enrico  Bosco
3. Haysel Lionardo Tingkir

IB Menyanyi lagu Hari Merdeka diiringi musik bersama orang tua atau saudara.

1. Shira Lori Christabel
2. Gisselle Xavera Hermanto
3. Cevelle Averiela Sutanto

IIA Membuat dan menghias topi tema perjuangan bersama orang tua atau saudara.

1. Mark Sebastian Kurniawan
2. Lovely Miracle Prasedion
3. Angelita Putri Bernita

IIB Membuat dan menghias topi tema perjuangan bersama orang tua atau saudara.

1. Naomi Angelina Rusli
2. Putera Wong
3. Jordan Danendra Setiawan

III Membaca teks proklamasi.

1. Nicholas Juro Manuel
2. Evan Christopher Manuel
3. Felicia Putri Manuela

IV Membaca puisi tema perjuangan.

1. Gabriela Prasedion
2. Brandon Louis Sugiarto
3. Lionell Alexander Kurniawan

V Membuat komik perjuangan bersama orang tua atau saudara.

1. Michelle Patricia
2. Sharon Annabelle Tinata
3. Rhyne Nehemiah

VIA Membuat puisi perjuangan.

1. Yulisha1 Florence C.T.
2. Lucas Nathanael Njotosoesilo
3. James Gozalie

VIB Membuat puisi perjuangan.

1. Evelyn Limantoro
2. Wilson Christoper Chandra
3. Chacha Audria Wijaya

Tidak hanya lomba yang dilakukan secara virtual, upacara peringatan HUT ke-75 RI juga dilaksanakan secara virtual dari rumah masing-masing.

Pada hari Senin 17 Agustus 2020 pukul 10.00 dengan suara lantang komandan upacara memimpin penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, “Kepada, Sang Saka Merah Putih, hormaaaaatt, graaak!”  secara serentak seluruh peserta upacara memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara tersebut ditayangkan secara langsung oleh Stasiun Televisi Republik Indonesia dari Istana Merdeka, Jakarta dengan inspektur upacara adalah Bapak Presiden Joko Widodo.

Jika tahun-tahun lalu dengan siswa kelas III-VI berbondong-bondong datang ke sekolah untuk mengikuti upacara bendera, namun kali ini kita mengikuti upacara dari tempat tinggalnya masing-masing yang dilakukan secara virtual. Hal ini tentunya karena dampak pandemi Covid’19 yang masih saja merebak di negara kita bahkan di lingkungan sekitar kita.

Meskipun dilakukan secara virtual, teman-teman kita melaksanakan upacara dengan penuh khidmat . Hal ini sebagai bentuk ungkapan kita sebagai generasi penerus bangsa yang cinta tanah air dan bertekad meneladani nilai-nilai kepahlawanan, semangat pengorbanan dan pantang menyerah dalam mencapai cita-cita untuk Indonesia maju.

“Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya”, itulah kalimat penggalan lagu Indonesia Raya yang memotivasi kita agar membangun yang terbaik untuk negeri ini, bisa kita awali dengan memiliki rasa peduli  di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat sekitar kita , hingga untuk bangsa dan negara.

Berkibarlah di langit yang biru, Sang Saka Merah Putih-ku, karena kibarmu adalah semangatku. Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Welcome Back to School

Hallo..., teman-teman, hari ini 13 Juli 2020 merupakan  hari pertama saya menjadi murid SD Kristen Petra 1. Hari pertama saya mengikuti  pembelajaran  secara online  karena pandemi covid-19 masih mewabah di Indonesia terutama di kota Surabaya. Walaupun di semester awal ini pembelajaran dilakukan lewat daring tetapi hal itu tidak membuat hatiku sedih, karena melalui daring saya tetap bisa melihat dan menyapa guru dan teman-teman baru. 

WhatsApp-Image-2020-07-22-at-10.40.jpgIMG_8829.JPGWhatsApp-Image-2020-07-22-at-10.42.jpg

Masa pengenalan lingkungan sekolah dilakukan selama tiga hari  yaitu pada tanggal 13-15 Juli 2020. Pada hari pertama adalah acara perkenalan dengan Kepala sekolah, para guru, dan karyawan di SD Kristen Petra 1 serta pengenalan lingkungan sekitar sekolah, saya dapat melihat ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang komputer, ruang UKS, dan lain- lain walaupun melalui tayangan video. Saya sangat senang dan puas karena kerinduanku akan lingkungan sekolah, teman-teman, dan para guru telah terobati.

Pada hari kedua di kelas tiga, guru membacakan cerita  yang bertema patriotisme yaitu tentang tokoh pewayangan Werkudara.  Kisah hidup Raden Werkudara yang dipenuhi dengan ketekunan dan ujian. Ia adalah penegak Kerajaan Amarta yang memegang keadilan dan kebenaran. dia tidak pernah takut kepada siapapun, kesaktiannya sangat luar biasa, tidak mengenal basa - basi kepada siapa pun, selalu berkata jujur, dan sangat menghormati wanita, terlebih ibunya. Ketika perang Baratayuda meletus, Raden Werkudara tampil sebagai senopati agung yang berhasil membunuh hampir semua petinggi kurawa. Naah itulah sifat ksatria dan kepahlawanan dari Werkudoro yang patut kalian  contoh .

Pada hari ketiga saya mendapat pengetahuan mengenai budaya SADAR meliputi Sampah dibuang pada tempatnya, Antre, Datang tepat waktu, Antusias dalam belajar, Rasa memiliki;  5 Kata Ampuh antara lain salam, permisi, maaf, tolong, terima kasih  dan 5S yaitu senyum, salam, sapa, sopan, santun.  Inilah pengalaman belajar kami di sekolah yang baru melalui zoom /daring. Aku sangat gembira dan bersemangat untuk melakukan segala sesuatu lebih baik lagi terutama belajar di kelas yang baru.   Semangat...!

Merry Christmas

Teman-teman tentunya kita semua mengetahui bahwa bulan Desember merupakan bulan dipenghujung tahun sebelum kita menyambut datangnya tahun yang baru. Bulan Desember memberi arti tersendiri bagi umat Kristiani, karena dalam bulan Desember umat Kristiani merayakan kelahiran Tuhan Yesus Sang Juruselamat. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kristus, diantaranya: menghias kelas dengan pernak–pernik natal, memasang pohon natal dengan lampu hias, serta mengikuti kebaktian dan perayaan natal sebagai wujud persembahan sederhana untuk Tuhan Yesus, Sang Bayi Mungil dihari kelahiran-Nya. Itulah sebagian kegiatan yang dilakukan oleh siswa kelas I-VI SD Kristen Petra 1.

IMG_6618.jpgIMG_6584.jpgIMG_6547.jpgIMG_6613.jpgIMG_6623.jpgIMG_6541.jpgIMG_6531.jpg
 

Kebaktian dan perayaan Natal siswa-siswi SD Kristen Petra 1 dilaksanakan pada hari Rabu,11 Desember 2019 dengan tema ”SANG TUNAS, PEMBAWA HARAPAN”. Kebaktian  Natal  dilayani oleh Ev. Danny Nobret, S.Th. dengan penuh khidmat dan sukacita.

Meskipun perayaan Natal dilaksanakan dengan sederhana, tetapi memberi kesan tersendiri bagi kami, bahwa Natal adalah hari yang sangat menyenangkan untuk memuliakan hati Tuhan dan mempersembahkan yang terbaik. Natal adalah hari yang penuh damai dan dinantikan oleh banyak orang. Tuhan Yesus telah mempersembahkan diri-Nya untuk kita, manusia. Tuhan sudah memberikan cahaya-Nya untuk menerangi hidup kita.

Sudahkah kita menjadi persembahan yang hidup untuk Tuhan? Sudahkah terang yang kita miliki, kita sebarkan dan menerangi orang lain? Semoga Natal ditahun 2019 ini membawa berkat dan kasih karunia untuk kita semua dan bisa menjadi berkat, memancarkan kasih Tuhan kepada orang lain di sekitar kita. Tuhan Yesus, Sang Penerang memberkati kita semua. Amiiin.....

Semangatmu Adalah Semangatku, Pahlawan...

Hai, teman-teman ….. masih ingat dengan sebutan “Arek-arek Suroboyo?” Iya betul, sebutan itu ditujukan kepada pemuda-pemuda Surabaya yang pada saat itu sedang bertempur melawan serdadu NICA yang diboncengi oleh Belanda. Bung Tomo melalui pidatonya  membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk bangkit dan tidak gentar menghadapi serangan penjajah. Dengan keyakinan yang tinggi dan semboyan “Merdeka atau Mati”, arek-arek Suroboyo pantang menyerah dan dengan gagah berani melawan pasukan Inggris di Surabaya, sehingga peristiwa itu abadi hingga saat ini dan dijadikan peringatan oleh seluruh bangsa Indonesia setiap tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Nah, sekarang kita simak yuuuk ……kegiatan-kegiatan yang dilakukan teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1 dalam rangka memeringati Hari Pahlawan, kira-kira apa saja yaaa…. check it out! Jumat, 8 November 2019 setelah kegiatan Morning Devotion seluruh siswa-siswi mulai kelas I – VI berkumpul di halaman untuk berolahraga yaitu fun gym agar tubuh tetap sehat dan semangat, setelah itu siswa mengikuti lomba-lomba sesuai dengan kelas mereka, apa saja sih, lombanya? Kelas I–II lomba mewarnai dalam hal ini siswa-siswi dilatih untuk berkreasi  memadukan warna-warna dalam sebuah gambar, kelas III–IV lomba Fashion Show dengan tujuan melatih keberanian siswa-siswi untuk tampil di depan orang banyak, dan kelas V–VI lomba membuat komik dengan tujuan melatih kreatifitas menggambar dan mengembangkan daya imajinasi serta kemampuan untuk berkomunikasi.

Teman-teman, perayaan Hari Pahlawan diakhiri dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Seluruh siswa-siswi mulai kelas I–VI kerja bakti bersama membersihkan lingkungan sekolah. Dalam hal ini kita semua belajar untuk bisa bertanggung jawab. Mereka penuh semangat dan  sukacita mengikuti setiap kegiatan-kegiatan yang ada. Sebuah pernyataan mengatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”, karena kita mengerti sudah saatnya kita mengingat, meneladani, menghargai, dan belajar tentang semangat pahlawan-pahlawan yang sudah gugur berjuang merebut kemerdekaan, menjadikan kita sebagai generasi muda Indonesia yang lebih semangat untuk meraih keberhasilan yang gilang gemilang.

boost the values reap the success