| |

Ayo Kita Coba Timbangan

mencoba_timbangan_03.jpgmencoba_timbangan_01.jpgmencoba_timbangan_02.jpg

Belajar adalah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap siswa agar mereka mampu menjawab setiap permasalahan yang dihadapinya. Proses pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah belajar sambil bernyanyi, merupakan hal yang menarik bagi siswa.

Untuk mempermudah dan mengingat apa yang sudah diajarkan di kelas, setiap pengajar mempunyai berbagai macam cara, di antaranya belajar sambil bernyanyi. Seperti yang dilakukan siswa kelas II SD Kristen Petra 1, mereka belajar matematika satuan berat dengan nada lagu “Kasih Ibu “, sebagai berikut:

Satu kilo ada sepuluh ons

Satu ons ada seratus gram

Satu kilo ada dua pon

Satu pon ada lima ons

Berwirausaha

berwirausaha_01.jpgberwirausaha_02.jpgberwirausaha_03.jpg

Pengembangan pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu program pendidikan dasar di sekolah, yang pada intinya adalah pengembangan pendidikan yang bertujuan untuk membangun manusia yang berjiwa kreatif, inovatif, sportif dan wirausaha. Program ini ditindaklanjuti dengan upaya pembelajaran, pendidikan karakter, dan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum sekolah.

Pendidikan kewirausahaan di sekolah bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh, sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan keterampilan sebagai wirausaha. Pada dasarnya, pendidikan kewirausahaan dapat diwujudkan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik secara bersama-sama sebagai suatu pendidikan dan pembelajaran.

Percobaan Gunung Meletus

gunung_meletus_03.jpggunung_meletus_04.jpggunung_meletus_02.jpggunung_meletus_01.jpg

Setelah mempelajari mata pelajaran IPA tentang Peristiwa Alam yaitu: gunung meletus, pada pertemuan selanjutnya siswa kelas V SD Kristen Petra 1 mencoba mempraktikkan peristiwa  terjadinya gunung meletus. Waktu mendengar bahwa mereka akan praktik membuat gunung meletus, siswa sangat antusias mempersiapkan diri Adapun bahan dan alat yang dibutuhkan meliputi:

  • Gelas panjang/botol
  • Piring plastik/nampan
  • Cuka
  • Soda kue
  • Pewarna merah
  • Sabun cair dan
  • Plastisin

Cara membuatnya:

  1. Letakkan gelas panjang/botol ke dalam piring plastik/nampan.
  2. Bentuklah botol tersebut dengan plastisin menyerupai gunung.
  3. Masukkan berturut-turut sabun cair, soda kue, dan pewarna merah.

Terakhir tuangkan cuka perlahan-lahan.

  1. Amati percobaan tersebut.

Dari hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa campuran sabun cair, soda kue, dan pewarna merah menggambarkan lava yang keluar pada saat terjadinya gunung meletus.

Dalam percobaan ini, campuran soda kue dan cuka akan membentuk gas karbondioksida. Gas karbondioksida tersebut berusaha keluar dari botol dalam bentuk buih berwarna merah. Buih /gelembung-gelembung itu berasal dari sabun cair. Makin banyak karbondioksida yang dihasilkan, makin besar tekanannya, sehingga makin banyak lava yang keluar, dan semakin besar erupsi/letusannya. “Wow……wow….!!!” Teriakan terdengar dari para siswa yang sedang mengamati percobaan tersebut.

Belajar menjadi semakin menyenangkan jika disertai aktivitas yang menarik.

 

Pendidikan Seks & Napza

napza_05.jpgnapza_07.jpgnapza_01.jpgnapza_06.jpgnapza_08.jpgnapza_03.jpgnapza_04.jpgnapza_02.jpg

Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata seks? Apa yang kalian ketahui tentang Napza? Mungkin, kalian seperti sebagian anak lain yang langsung menjawab ”Hiiii, jijik.” atau ”porno” ketika mendengar kata seks. Jika kita menjawab ”seks itu menjijikkan atau porno”, berarti kalian belum memiliki pemahaman yang benar tentang seks. Sedangkan ”shabu, ganja, putauw, rokok” untuk menjawab pertanyaan tentang Napza. Agar anak mempunyai pemahaman yang benar tentang seks dan napza dari sumber yang benar dan bertanggung jawab, maka pada hari Rabu, 18 Maret 2015, para siswa kelas IV & V SD Kristen Petra 1 mengikuti kegiatan ceramah pendidikan seks dan Napza. Kegiatan ceramah tentang seks dilaksanakan dalam waktu bersama tetapi di ruang yang berbeda dengan tujuan agar siswa putra dan putri tidak merasa malu, yaitu di ruang media untuk siswa putri dan di ruang auditorium untuk siswa putra. Pembicara ceramah seks untuk siswa putri adalah dr. Titik Sunaryati, sedangkan untuk siswa putra adalah dr. Dian Negara. Setelah jam istirahat, seluruh siswa berkumpul di ruang auditorium untuk mengikuti ceramah Napza.

Seks adalah alat kelamin, yaitu perempuan dan laki-laki yang juga bermakna sebagai identitas kita. Itu berarti, seks adalah bagian dari diri kita atau ada di tubuh kita. Karena seks adalah bagian dari tubuh, kita harus mengenal dan menjaganya agar terhindar dari masalah penyalahgunaan fungsi seks, baik oleh diri sendiri maupun dari orang lain di sekitar kita. Perempuan menghasilkan hormon estrogen atau progresteron dan laki-laki menghasilkan hormon testoteron. Hormon tersebut merupakan bagian dari alat reproduksi yang bertugas untuk proses melanjutkan keturunan (mempunyai anak). Alat reproduksi perempuan dan laki-laki berbeda. Perkembangan alat reproduksi dimulai dari masa pubertas yaitu awal masa remaja atau saat kematangan seksual. Pada masa pubertas, terjadi perubahan badaniah yang menandai adanya kemampuan untuk reproduksi (melanjutkan keturunan atau mempunyai anak setelah kalian menikah). Pubertas pada wanita dimulai sekitar usia 11-12 tahun dan pada pria usia 13-14 tahun. Pada masa pubertas, perempuan dan laki-laki akan mengalami beberapa perubahan, yaitu perubahan fisik, biologis, maupun psikologis/mental yang juga menjadi ciri khas perempuan dan laki-laki. Salah satu pesan dr. Titik untuk anak perempuan adalah harus lebih berhati-hati setelah memasuki masa pubertas, misalnya cara duduk jika menggunakan rok, sebaiknya kaki rapat. Sedangkan perubahan psikologis/mental, perempuan atau laki-laki yaitu mulai tertarik pada lawan jenis, emosi tidak labil, dan sebagainya. Selain tentang pubertas, pembicara juga memberikan informasi bagaimana memelihara alat reproduksi kita, pebedaan peran perempuan dan laki-laki, berbagai penyakit akibat penyalahgunaan fungsi seks (seperti pornografi), berbagai penyakit kelamin seperti AIDS, gangguan psikoseksual, dan sebagainya.

Apa itu Napza? Napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Napza adalah obat, bahan, dan zat yang bukan tergolong makanan yang jika diminum, dihisap, ditelan, atau disuntikkan dapat menyebabkan ketergantungan (kecanduan) dan berpengaruh terhadap kerja otak serta fungsi vital organ tubuh lain. Jenis Napza antara lain opium, morfin, heroin (putauw). Sedangkan jenis narkotika dan psikotropika antara lain kokain, ectasy, shabu-shabu (bukan shabu-shabu makanan Jepang loh!). Narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu, misalnya untuk meringankan rasa sakit bagi penderita kanker. Bagaimana dengan rokok dan minuman beralkohol? Rokok dan minuman beralkohol juga termasuk jenis Napza. Pernahkah kalian membaca kalimat di iklan rokok yang berbunyi: ”Peringatan.! Rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan ganguan kehamilan dan janin.” Selain merugikan diri sendiri (perokok), asap rokok juga dapat merugikan orang lain yang disebut perokok pasif. Siapa yang disebut perokok pasif? Perokok pasif merupakan orang yang menghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok atau orang yang terpapar asap rokok dari asap yang dikeluarkan perokok aktif. Akibat yang dialami oleh perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga sampai lima kali lipat dari bahaya perokok aktif.

Nah, teman-teman, khususnya siswa SD Kristen Petra kelas IV & V, serta yang sudah pernah mendapat pendidikan seks dan Napza, mari kita memelihara tubuh kita dan hidup dengan bertanggung jawab. Ingatlah firman Tuhan dalam 1 Korintus 6:19-20 yang berbunyai ”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus  yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Terapung, Melayang, Tenggelam

terapung_01.jpgterapung_02.jpgterapung_03.jpg

Hari yang kutunggu-tunggu telah tiba. Keingintahuan kami yang tergabung dalam kelompok MIPA SD Kristen Petra 1 akan segera terjawab. Jumat, 6 Maret 2015, kami mendapat tugas untuk membawa beberapa buah jeruk. Kami akan melakukan percobaan tentang teori terapung, melayang, dan tenggelam. Sebelum memulai percobaan, kami menyiapkan beberapa perlengkapan yaitu: toples yang sudah diisi air dan 2 buah jeruk. Mungkin, kita tidak pernah berpikir apakah jeruk itu terapung, melayang, atau tenggelam jika dimasukkan ke dalam wadah berisi air. Mari ikuti percobaan kami.

Pertama kita siapkan dua buah jeruk, 1 dikupas dan 1 lagi tanpa dikupas. Kedua kita menyiapkan toples yang sudah berisi air. Kita memasukkan jeruk yang belum dikupas dan jeruk yang sudah dikupas ke dalam toples.

Wow .......ternyata, jeruk yang belum dikupas terapung, sedangkan jeruk yang sudah dikupas justru tenggelam. Kami menjadi heran melihat percobaan tersebut. Setahu kami, jeruk yang sudah dikupas menjadi lebih ringan karena kulitnya sudah dibuang. Seharusnya karena ringan, maka jeruk akan terapung. Ternyata malah tenggelam. Jeruk yang belum dikupas (masih ada kulitnya) justru yang terapung.

Ibu guru mengajak kami mengamati kedua jeruk yang kami masukkan ke dalam toples.

Haahh ........., kami segera tahu jawabannya. Kulit jeruk mempunyai pori-pori. Pori-pori jeruk tersebut terisi udara sehingga jeruk terapung. Ketika jeruk sudah dikupas, hanya ada daging jeruk yang sangat rapat. Hal demikian menyebabkan tidak ada tempat bagi udara untuk menempel. Jeruk menjadi lebih berat sehingga jeruk menjadi tenggelam. Wohhh.... keren....!!! Selamat mencoba ....!!!

 

boost the values reap the success