| |

Memahami Perkembangan Seks dan Bahaya Penyalahgunaan Napza

“Dokter, bolehkah kita tidak (melakukan) sirkumsisi (khitan)?” tanya salah seorang siswa kepada dr. Agustinus. “Boleh, asalkan bisa menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh kita dengan baik dan benar,” jawab dr. Agustinus. Ada acara apa, yaa… teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1 belajar dengan dokter? Kita simak sama-sama, yuuk…!

IMG_6770.jpgIMG_6802.jpgIMG_6767.jpgIMG_6762.jpgIMG_6805.jpgIMG_6800.jpgIMG_6769.jpg

Hari Rabu, tanggal 22 Januari 2020, ada kegiatan ceramah seks dan napza untuk siswa-siswi kelas IV. Dalam pelaksanaannya, ceramah seks dibagi di dua tempat. Siswa laki-laki ditempatkan di ruang perpustakaan dengan pembicara dr. Agustinus, sedangkan siswa perempuan bersama dengan dr. Titik Sunaryati di ruang media.

Mengapa kita perlu belajar pendidikan seks?  Karena perkembangan teknologi dewasa ini memudahkan siapa saja, termasuk anak-anak, untuk mengakses berbagai macam informasi melalui internet atau media sosial. Jadi kita perlu belajar akan pendidikan seks yang benar dari narasumber yang kompeten di bidangnya. Dari kegiatan tersebut, kita bisa belajar mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin. Hal ini mencakup pertumbuhan/perkembangan jenis kelamin (laki-laki atau wanita), fungsi kelamin sebagai alat reproduksi, menstruasi, mimpi basah, dan sebagainya. Dengan begitu, kita bisa memahami peran dari jenis kelamin masing-masing, menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa adanya, menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat, serta memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab atas diri sendiri.

Setelah mendapatkan penjelasan tentang pendidikan seks, pada sesi kedua para siswa kelas IV tersebut mengikuti ceramah napza yang disampaikan oleh dr. Agustinus di ruang media. Apa itu napza? Napza adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Napza adalah obat, bahan, dan zat yang bukan tergolong makanan, jika diminum, dihisap, ditelan, atau disuntikkan, dapat menyebabkan ketergantungan (kecanduan) dan berpengaruh terhadap kerja otak serta fungsi vital organ tubuh lain. Jenis napza, antara lain: opium, morfin, heroin (putau), kokaina, ekstasi, ataupun sabu-sabu. Kandungan narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu, misalnya untuk meringankan rasa sakit bagi penderita kanker.

Bagaimana dengan rokok dan minuman beralkohol? Rokok dan minuman beralkohol juga termasuk jenis napza. Pernahkah kalian membaca kalimat di iklan rokok yang berbunyi: ”Peringatan! Rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”? Selain merugikan diri sendiri (perokok), asap rokok juga dapat merugikan orang lain, yang disebut perokok pasif. Siapa yang disebut perokok pasif? Perokok pasif merupakan orang yang menghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok, atau orang yang terpapar asap rokok dari asap yang dikeluarkan oleh perokok aktif. Akibat yang dialami oleh perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan, bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga sampai lima kali lipat dari bahaya perokok aktif! Nah... sekarang marilah kita menjaga dan memelihara tubuh kita, serta menjauhi segala pengaruh lingkungan buruk yang ada di sekitar kita, dimulai dari diri kita sendiri. Salam sehat!

 

boost the values reap the success