| |

Tetap Semangat Dalam Belajar

Semangat pagi!! Bagaimana kabar teman-teman yang masih stay at home? Tentunya berharap tetap sehat dan penuh dengan sukacita.  Ya, apapun kondisi kita saat ini, tetaplah senantiasa bersyukur !

IMG-20200520-WA0026.jpgIMG-20200518-WA0010_1.jpgIMG-20200518-WA0131.jpg

Teman-teman pertemuan kita kali ada yang berbeda lho, kira-kira apa ya…?! Begini, biasanya kita mengikuti kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan oleh teman-teman kita. Tapi, kali ini kita membaca beberapa testimoni dan curahan hati ketika mendampingi dan melayani kita dalam kegiatan belajar dari rumah baik perwakilan dari orang tua dan juga guru-guru kita tercinta dari SD Kristen Petra 1. Kita simak sama-sama, yuuk ……..

Ibu Nobella Indrajaja sebagai orang tua dari Nobel kelas VI dan Almer kelas II di masa pandemi ini mengalami kekhawatiran juga terutama dalam hal kesehatan keluarga dan anak-anak.  Semenjak anak-anak tidak lagi pergi ke sekolah dan proses pembelajaran dilakukan dari rumah, maka langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan penyesuaian dengan mengkondisikan kegiatan tetap menyerupai belajar di sekolah. Dalam hal ini aktivitas anak-anak tetap bangun pagi, mandi, berdoa, dan bersiap-siap untuk melakukan kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyaksikan tayangan dari TVRI kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan dari Bapak/Ibu Guru melalui pembelajaran daring, kemudian kami membantunya untuk mengirimkan tugas harian melalui aplikasi online sesuai petunjuk dari guru. Memang tidak mudah, diperlukan komitmen  untuk aktif berperan (sesibuk apapun kami dengan pekerjaan), keahlian khusus, kesabaran, dan memberikan sarana dan prasarana dalam mendampingi anak-anak ketika proses Learn from Home (LFH) berlangsung. Tidak dipungkiri terkadang rasa malas dan penat dialami anak-anak karena tidak dapat bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan teman-teman maupun guru mereka. Sebagai orang tua, tentunya selalu memberikan motivasi agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran walaupun secara daring. Oleh sebab itu, orang tua tetap menjalin komunikasi yang baik, bersinergi dengan pihak sekolah terutama Bapak dan Ibu Guru demi kebaikan dan masa depan bagi anak-anak.

Selanjutnya kita simak apa yang disampaikan oleh dr. Yuly Lie Jaya, M.Blomed (AAM) ibu dari teman kita Jesslyn kelas V dan Steven kelas VII.

Sebagai seorang dokter yang beraktivitas di klinik, selama ini hampir tidak pernah terlibat secara langsung dalam hal membimbing pelajaran yang mereka terima dari sekolah. Namun, segalanya berubah sejak terjadi pandemi Covid-19, terutama anak-anak diwajibkan Learn From Home (LFH). Perubahan pola hidup menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Untuk itu beberapa strategi diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran anak-anak pada masa pandemi ini, adalah (1) memberikan pengertian dan pemahaman tentang apa dan bagaimana Covid-19; (2) aktif berinteraksi dan bekerjasama dengan guru; (3) membuat jadwal secara teratur (memberikan penjelasan bahwa LFH bukan berarti libur sekolah); (4) mendampingi dan membantu anak untuk belajar dan memahami materi yang diberikan dari sekolah; (5) menciptakan suasana yang nyaman untuk belajar di rumah; (6) selingi dengan aktivitas yang menyenangkan (olahraga, nonton film, game, memasak bersama-aktivitas seperti ini bisa dijadikan sebagai hadiah/imbalan ketika anak telah menyelesaikan tugas/materi yang diberikan); (7) sharing dan berdoa bersama keluarga. Wajar saja apabila sering dilanda rasa bosan dan stress karena hanya menghabiskan waktu di rumah. Namun, sebagai orang tua harus bisa memanajemen emosi dan energi dengan baik. Makan bergizi, istirahat cukup, olah raga teratur dan bila perlu minum vitamin. Terus belajar berpikir positif dan optimis bahwa pandemi ini akan berakhir, karena semua pengorbanan yang kita lakukan adalah demi kepentingan dan masa depan anak-anak.

Wow, ternyata apa yang kita katakan selama ini bahwa “mama cerewet” itu tidak benar, karena dibalik semuanya itu ada tujuan yang mulia, yaitu demi kebaikan masa depan kita. Terima kasih mama, terima kasih papa untuk semua pengorbanan yang sudah diberikan selama ini.

Nah, saatnya kita simak, apa yang disampaikan oleh guru-guru kita yang tercinta. Ibu Jeane Rini P., sebagai guru Pendidikan Agama Kristen.

Cemas?  Takut? Khawatir? Ya, hati siapa yang tidak takut mengalami serangan Covid-19 yang menghadirkan efek kejut yang luar biasa dan segalanya menjadi tidak pasti. Hal ini berdampak juga dalam bidang pendidikan. Pemerintah memberikan arahan untuk melakukan pembelajaran secara daring yang tentunya merupakan tantangan tersendiri bagi seorang pendidik. Terus berinisiatif dan mencari berbagai strategi pembelajaran yang kreatif dengan memanfaatkan berbagai platform seperti presentasi zoom meeting, post-test dengan kuis melalui Google Form, pemberian tugas proyek maupun tugas lainnya dengan Google Drive merupakan sejumlah cara yang dilakukan untuk merangkul perubahan cara belajar di masa pandemi Covid-19 ini, sehingga transfer ilmu pengetahuan kepada siswa dapat menarik dan efektif. Pandemi Covid-19 ini memang membatasi ruang gerak, namun dengan membuka pikiran dan harus mau di upgrade dapat menjadikan pembelajaran daring lebih bermakna dan menyenangkan. Bermakna dan menyenangkan, merupakan dua kata yang mendorong untuk terus berkreasi dan kreatif dalam meramu materi. Bermakna dalam arti sebagai pendidik, guru berusaha untuk menghidupkan interaksi online dengan siswa melalui       pemanfaatan berbagai media dan sumber belajar yang mendukung tujuan pembelajaran sehingga siswa tidak bosan dan tetap produktif di rumah. Menyenangkan dalam arti guru memasukkan banyak kreativitas yang dapat menimbulkan semangat dan mengasah rasa ingin tahu siswa (misalnya mengajak siswa membuat poster tentang cara mencegah penyebaran virus Covid-19 dan hasilnya dikirimkan melalui foto). Penugasan seperti ini menjadikan suatu pengalaman positif yang menyenangkan bagi siswa. Oleh karena itu, di tengah pandemi ini menjadi sebuah momen perubahan cara pandang dan pola interaksi guru dengan teknologi untuk mengembangkan pengajaran. Kreativitas merupakan kunci sukses dari seorang pendidik untuk memotivasi siswa agar terus dan lebih semangat dalam belajar online.

Berikutnya Ibu Maria Ana sebagai guru kelas II. Banyak pikiran berkecamuk dalam benak ketika mendengar informasi bahwa siswa diwajibkan stay and learn at home sebagai akibat pandemi Covid-19. Diawali dari sebuah obsesi untuk menyelesaikan materi Penilaian Akhir Tahun yang belum tuntas, cara mendistribusikan dan mengumpulkan soal latihan maupun tugas yang diberikan kepada  siswa, juga  adanya pembelajaran daring ini guru dituntut untuk lebih kreatif. Mulailah pencarian informasi melalui google. Di sini kami menyadari bahwa saat ini kami pendidik dituntut untuk “melek IT” . Meskipun membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup, kami merasa bangga karena bisa memberikan pembelajaran yang lebih menarik dengan memanfaatkan berbagai  aplikasi yang ada. Tapi, secanggih apapun keberadaan IT, sebagai pendidik saya yakin bahwa anak-anak pasti sangat merindukan dan membutuhkan kehadiran seseorang yang berdiri di depan mereka dengan suara yang lantang sambil membawa marker  dan penggaris kayu panjangnya. Ya, itulah sosok seorang guru dengan kesederhanaan penampilan tapi penuh makna.

Stay at home, terus berpikir positif, selalu menjaga kebersihan, dan tetap berdoa. Badai pasti berlalu, pandemi Covid-19 akan berakhir. Yakin dan percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan melindungi kita. Amin. Salam sehat. Tuhan Yesus memberkati.

Teleconference

Koq sepi….?  Tak terdengar lagi suara anak-anak berteriak memanggil temannya. Tak terdengar lagi derap kaki berlari kecil di halaman sekolah. Tak terdengar lagi suara gelak tawa, canda, cerita lucu dari teman-teman. Rintihan kecil “aduh, sakit!” di saat ada yang terjatuh, tak terdengar lagi. Bahkan bel sekolah tanda masuk “teng…teng…teng…teng..teng” tak pernah tersentuh lagi!

IMG-20200422-WA0112.jpg20200417_101351.jpgIMG-20200422-WA0111_1.jpg20200417_101334.jpg

Iyaa…. ternyata semuanya berubah, berubah begitu cepat. Kegiatan yang biasanya kita lakukan di sekolah, semuanya harus teman-teman lakukan di rumah. Tentunya teman-teman semua tahu, kan?  Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Covid-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina.  Virus Corona yang saat ini menyebar ke hampir semua negara,  termasuk Indonesia hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka menekan penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, berbagai cara sudah dilakukan pemerintah antara lain diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Salah satunya adalah “merumahkan” pendidikan, artinya menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang pelajar yang baik untuk membantu pemerintah mengatasi pendemi virus Corona ini? Ya, tentunya tetap tinggal di rumah, terus belajar, menjaga kondisi tubuh untuk tetap sehat, dan juga menjaga kebersihan tubuh kita.

Apa yang bisa kita lakukan ketika ingin bertemu dengan guru-guru di sekolah? Tenang teman-teman, saat ini teknologi sudah semakin canggih. Untuk sementara waktu kita memang tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan guru-guru kita tercinta, tapi kita masih bisa mengadakan pertemuan dengan beberapa teman-teman kita juga yang dilakukan melalui koneksi jaringan. Tentunya teman-teman sudah melakukan semuanya kan? Ya, betul. Salah satu caranya adalah dengan melakukan teleconference. Melalui teleconference ini kita bisa menyapa guru-guru tercinta kita, baik yang sedang bertugas di sekolah atau di rumah dan juga kita bisa melihat ekspresi teman-teman kita ketika belajar di rumah. Wow, senang sekali bisa melepas rasa kangen walau hanya lewat teleconference. Kita semua ingin pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga kita bisa bertemu dengan Bapak/Ibu Guru, teman-teman untuk belajar dan beraktivitas kembali di sekolah. Oleh sebab itu, kita lebih banyak lagi berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan sehingga pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Amin.

Salam sehat. Tuhan Yesus memberkati.

Edukasi Wisata Si Jago Merah

“Wiuuu...wiuuuuu....wiuuuuu...toot...tooot” terdengar bunyi sirine dari truk pemadam kebakaran (damkar) di seputar Tugu Pahlawan Surabaya. Waduh, ada kebakaran di mana yaa .... eh, ternyata bukan ada kebakaran, tapi koq beberapa teman-teman kita ada di dalam truk pemadam kebakaran itu yaa.... memangnya ada  apa dengan mereka? Kita cari tahu yuuuk .....

IMG_7609.jpgIMG_7616.jpgIMG_7711.jpgIMG_7685.jpgIMG_7689.jpgIMG_7622.jpgIMG_7675.jpgIMG_7630.jpgIMG_7586.jpgIMG_7657.jpg

Rabu, 19 Februari 2020 teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1 kelas II mengunjungi kantor Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya yang berlokasi di Jalan Pasar Turi No. 21, Surabaya. Bapak Arif dengan senyum ramah dan sapaan yang sopan beliau menyambut kedatangan teman-teman.  Rangkaian kegiatan yang diawali dengan mengajak kami berjalan-jalan dengan memberi penjelasan tentang alat-alat yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran, serta cara dan fungsi penggunaannya apabila terjadi kebakaran. Misalnya pemadam kebakaran bertipe motor, digunakan untuk menjangkau tempat-tempat yang sempit, kemacetan, atau perkampungan dan tempat kebakaran yang dirasa sulit untuk dijangkau, sedangkan truk PMK berfungsi untuk memadamkan bangunan kecil sampai gedung yang bertingkat. Selain itu diperkenalkan juga berbagai macam alat-alat yang digunakan oleh petugas PMK mulai dari pipa penyemprotan, masker, sepatu, helm sampai baju anti panas yang biasa dikenakan oleh petugas. Setelah mendengarkan berbagai penjelasan, beberapa teman-teman kita diajak untuk keliling sekitar kantor PMK dan Tugu Pahlawan dengan menggunakan mobil PMK, sembari membunyikan sirine yang suaranya menggema di mana-mana.  Nah, ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh teman-teman kita, yaitu bermain flying fox dan bermain air dengan memperagakan cara menyemprotkan air dari armada pemadam kebakaran (damkar) ke udara.  Wah, sungguh pembelajaran yang menyenangkan karena teman-teman bisa bermain dan juga menambah pengetahuan.

Wisata Edukasi Museum Mpu Tantular

Ada banyak cara belajar untuk mengenal sejarah dan budaya di daerah kita. Salah satunya adalah belajar di luar kelas. Hal ini dilakukan oleh teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1 khususnya kelas III.

IMG_7421.jpgIMG_7422.jpgIMG_7550.jpgIMG_7475.jpgIMG_7552.jpgIMG_7503.jpgIMG_7546.jpgIMG_7443.jpgIMG_7535.jpgIMG_7455.jpg

Tepatnya Selasa, 11 Februari 2020, teman-teman kita mengunjungi Museum Mpu Tantular yang berlokasi di Jalan Raya Buduran (sebelah barat jembatan Buduran, Sidoarjo). Apa dan bagaimana sih, Museum Mpu Tantular itu? Kita simak penjelasan mereka, yaa.

Berkunjung ke museum selalu membuat kita berdecak kagum. Seperti memutar waktu kembali ke masa lampau yang punya banyak cerita menarik. Apa sih museum itu? Museum adalah lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat umum, berfungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan.

Memahami Perkembangan Seks dan Bahaya Penyalahgunaan Napza

“Dokter, bolehkah kita tidak (melakukan) sirkumsisi (khitan)?” tanya salah seorang siswa kepada dr. Agustinus. “Boleh, asalkan bisa menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh kita dengan baik dan benar,” jawab dr. Agustinus. Ada acara apa, yaa… teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1 belajar dengan dokter? Kita simak sama-sama, yuuk…!

IMG_6770.jpgIMG_6802.jpgIMG_6767.jpgIMG_6762.jpgIMG_6805.jpgIMG_6800.jpgIMG_6769.jpg

Hari Rabu, tanggal 22 Januari 2020, ada kegiatan ceramah seks dan napza untuk siswa-siswi kelas IV. Dalam pelaksanaannya, ceramah seks dibagi di dua tempat. Siswa laki-laki ditempatkan di ruang perpustakaan dengan pembicara dr. Agustinus, sedangkan siswa perempuan bersama dengan dr. Titik Sunaryati di ruang media.

Mengapa kita perlu belajar pendidikan seks?  Karena perkembangan teknologi dewasa ini memudahkan siapa saja, termasuk anak-anak, untuk mengakses berbagai macam informasi melalui internet atau media sosial. Jadi kita perlu belajar akan pendidikan seks yang benar dari narasumber yang kompeten di bidangnya. Dari kegiatan tersebut, kita bisa belajar mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin. Hal ini mencakup pertumbuhan/perkembangan jenis kelamin (laki-laki atau wanita), fungsi kelamin sebagai alat reproduksi, menstruasi, mimpi basah, dan sebagainya. Dengan begitu, kita bisa memahami peran dari jenis kelamin masing-masing, menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa adanya, menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat, serta memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab atas diri sendiri.

boost the values reap the success