| |

Berapa Tinggi Badanmu

Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualitas fisik panjang, kapasitas, volume, luas, sudut, berat (massa), dan suhu. Tahukah kalian, kehidupan kita sehari-hari tidak pernah lepas dari pengukuran? Salah satu contoh hal rutin yang dilakukan adalah mengukur tinggi dan berat badan kita. Melalui pengukuran ini, kita dapat melihat kondisi kesehatan seseorang. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara mengukur yang benar.

Pada kesempatan ini, kami, siswa-siswi SD Kristen Petra 5, mau berbagi pengalaman ketika belajar Matematika tentang pengukuran pada tanggal 22 Oktober 2019. Ibu guru kami menjelaskan tentang jenis-jenis pengukuran yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, kami dibagi dalam beberapa kelompok. Kami diberi tugas untuk mengukur benda-benda yang ada di sekitar kami. Alat ukur yang kami gunakan bermacam-macam, antara lain: meteran kain, penggaris, dan juga timbangan. Hal yang paling menyenangkan adalah ketika kami diberi kesempatan untuk mengukur tinggi dan berat badan kami. Kami menggunakan alat pengukur secara bergantian, dan kami catat hasilnya. Setelah itu, kami mendiskusikan hasil pengukuran tersebut. Melalui pembelajaran ini, kami dapat memahami dan mengenali diri kami sendiri ataupun orang lain, berdasarkan tinggi badan. Dan kami juga bisa melakukannya di rumah, lho! Selamat mencoba!

Memahami Perkembangan Seks dan Bahaya Penyalahgunaan Napza

“Dokter, bolehkah kita tidak (melakukan) sirkumsisi (khitan)?” tanya salah seorang siswa kepada dr. Agustinus. “Boleh, asalkan bisa menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh kita dengan baik dan benar,” jawab dr. Agustinus. Ada acara apa, yaa… teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1 belajar dengan dokter? Kita simak sama-sama, yuuk…!

IMG_6770.jpgIMG_6802.jpgIMG_6767.jpgIMG_6762.jpgIMG_6805.jpgIMG_6800.jpgIMG_6769.jpg

Hari Rabu, tanggal 22 Januari 2020, ada kegiatan ceramah seks dan napza untuk siswa-siswi kelas IV. Dalam pelaksanaannya, ceramah seks dibagi di dua tempat. Siswa laki-laki ditempatkan di ruang perpustakaan dengan pembicara dr. Agustinus, sedangkan siswa perempuan bersama dengan dr. Titik Sunaryati di ruang media.

Mengapa kita perlu belajar pendidikan seks?  Karena perkembangan teknologi dewasa ini memudahkan siapa saja, termasuk anak-anak, untuk mengakses berbagai macam informasi melalui internet atau media sosial. Jadi kita perlu belajar akan pendidikan seks yang benar dari narasumber yang kompeten di bidangnya. Dari kegiatan tersebut, kita bisa belajar mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin. Hal ini mencakup pertumbuhan/perkembangan jenis kelamin (laki-laki atau wanita), fungsi kelamin sebagai alat reproduksi, menstruasi, mimpi basah, dan sebagainya. Dengan begitu, kita bisa memahami peran dari jenis kelamin masing-masing, menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa adanya, menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat, serta memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab atas diri sendiri.

Basic Life Skill

basic 01

Haiii…. Teman-teman kalian pasti tau kan BLS (Basic Life Skill) program yang dicanangkan oleh PPPK Petra?. Basic Life Skill adalah: kemampuan dan pengetahuan siswa untuk berani menghadapi kehidupan yang nyata dan menemukan solusi sehingga mampu mengatasi permasalahan dengan kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dengan orang lain.

basic 01

Tujuan daripada Basic Life Skill (BLS) untuk siswa adalah:  memberikan pengalaman belajar yang berarti bagi peserta didik yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilakukan siswa-siswi SD Kristen Petra 1, siswa kelas 2 mereka belajar untuk mandiri menyiapkan kebutuhan sekolah, mulai dari menyiapkan seragam dan sepatu sekolah sampai buku pelajaran dan alat2 tulis yang dibutuhkan. Dengan semangat mereka praktik bersama-sama didalam kelas mengeluarkan isi tasnya dan memasukkan kembali didalam tas dengan sangat rapi. Begitu juga yang dilakukan oleh siswa kelas V, mereka belajar bersama-sama bagaimana teknik dan cara untuk mengupas buah-buahan. Dengan adanya program BLS ini dapat membekali siswa untuk lebih mandiri dan produktif.

basic 01

Say No To Drugs and Free Sex

IMG_1214.JPGIMG_1217.JPGIMG_1227.JPGIMG_1232.JPGIMG_1215.JPGIMG_1224.JPGIMG_1216.JPG

Pada tanggal  1 Februari 2019, SD Kristen Petra 1 mengadakan ceramah seks dan NAPZA untuk siswa-siswi kelas IV, yang bertujuan supaya anak-anak mempunyai pemahaman yang benar tentang seks dan NAPZA dari sumber yang benar dan bertanggung jawab. Pembicara ceramah seks adalah dr. Agustinus yang memberikan materi untuk siswa laki-laki (di ruang Perpustakaan), sedangkan dr.Titik Sunaryati memberikan materi seks untuk siswa perempuan (di ruang Media). Ceramah ini dilaksanakan di tempat yang berbeda supaya siswa laki2 dan perempuan tidak malu bertanya.

Veteran Mengajar

IMG_1104.jpgIMG_1129.jpgIMG_1105.jpgIMG_1096.jpgIMG_1123.jpgIMG_1135.jpgveteran_01.jpgIMG_1089.jpg

Dinas Pendidikan Kota Surabaya bekerja sama dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) mengadakan program kegiatan “Veteran Mengajar”. Tujuan program Veteran Mengajar adalah untuk menanamkan sikap nasionalisme kepada anak-anak agar selalu mengenang jasa para pahlawan serta mempunyai jiwa pemberani, pantang menyerah, dan cinta tanah air.

boost the values reap the success