| |

PERSARI  YUK....!

IMG-20210319-WA0073_1.jpgIMG-20210309-WA0138_8.jpgIMG-20210308-WA0120_6.jpgIMG_9855_3.JPGIMG_9852_2.JPGIMG-20210308-WA0122_7.jpgIMG_9902_4.JPGIMG_20210227_080909_-_Indah_Muliani_5.jpg

Hallo, teman-taman, apa kabarnya? Ketemu lagi dengan sahabatmu dari SD Kristen Petra 1, kali ini kami akan bercerita tentang kegiatan Persari Virtual, penasaran ya...., yuuk kita simak ceritanya.

Tepatnya Sabtu, 27 Februari 2021 mulai pukul 07.45 – 11.00 teman-teman kita mengadakan kegiatan Persari (Perkemahan Satu Hari) melalui  virtual. Kegiatan ini diikuti oleh Pramuka Siaga dan Penggalang mulai dari kelas III sampai V. Walaupun kegiatan ini dilakukan secara virtual namun setiap acara dan kegiatan games dikemas oleh kakak-kakak  pembina dengan sangat menarik dan menyenangkan. Kami dibagi dalam 10 kelompok barung dan setiap kelompok mempunyai nama dan kekhasannya yang ditunjukkan melalui penampilan yel-yel. Menarik bukan .... sehingga membuat  kami para peserta segera ingin melakukan praktik setiap game.

Acara dibuka dengan  upacara yang dipimpin oleh Ibu Kepala Sekolah, dilanjutkan pembacaan Dasa Dharma, menyanyi lagu Hymne Pramuka, lalu dilanjutkan dengan kegiatan games tentang kepramukaan , tak ketinggalan setiap kelompok barung juga menampilkan yel- yel. Tampak wajah- wajah peserta yang antusias dan aktif dalam  mengikuti setiap kegiatan yang menantang. Perlombaan dibagi dalam room I, II dan III. Setiap room mempunyai aturan dan permainan sendiri-sendiri. Ketika memasuki room, setiap kelompok wajib menampilkan yel-yel yang sudah dipersiapkan oleh kelompok barung tersebut. Setelah itu mereka menebak setiap sandi yang diberikan oleh kakak pembina. Ada sandi kotak, morse cahaya, dan semaphore. Pengendalian diri diperlukan dalam setiap game, contohnya ketika salah satu anggota yang melakukan kesalahan, ketua kelompok tidak bisa mengetahui/ mengarahkan secara langsung seperti halnya waktu tatap muka. Oleh sebab itu, kegiatan ini memerlukan kerja sama dalam tim. dan kegiatan diakhiri dengan upacara penutupan disertai dengan pengumuman juara I,II,III ; harapan I,II,III, IV,  dan peserta terdisiplin, terkreatif ,dan terheboh. Wouw.... senang sekali ya ..!

Tujuan  kegiatan Persari ini diharapkan para siswa dapat melatih kemandirian, keterampilan,kerja sama, dan pengendalian diri serta menggali potensi dalam kegiatan kreatif, mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki siswa, menumbuhkan semangat persaudaraan , dan membina semangat persatuan dan kesatuan sesama anggota Pramuka.

“Mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik lagi memang harus terus kita lakukan agar kita dapat menjadi siswa-siswi yang semakin berkualitas di masa depan”  itulah pesan yang diberikan oleh kakak-kakak pembina untuk mengakhiri kegiatan Persari ini. SALAM PRAMUKA !!!

Field Trip Ala Pandemi Covid-19

“Halo teman-teman semuanya, selamat datang di Taman Safari Indonesia II Prigen-Pasuruan” sapa salah seorang host dari Taman Safari. Wah...., kelihatan mereka senang sekali, ada kegiatan apa yaa... teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1? Ternyata, teman-teman kita kelas 1 pada hari Kamis, 11 Februari 2021 dan kelas 2 pada hari Jumat, 19 Februari 2021 mengadakan field trip ke Taman Safari Indonesia II di Prigen-Pasuruan yang tentunya dilakukan secara virtual. Wah..., pasti seru banget. Kita simak sama-sama yuuk, bagaimana petualangan mereka di sana.

image_003.jpgimage_006.jpgimage_005.jpgimage_007.jpgimage_004.jpgimage_009.jpgimage_008.jpgimage_002.jpgimage_001.jpg

Pandemi covid-19 yang masih merebak di daerah kita, tidak membuat kita patah semangat untuk tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal ini terbukti dengan kegiatan field trip yang dilakukan dengan cara yang berbeda,  tampak wajah antusias dan semangat telah siap untuk  melakukan kegiatan field trip secara virtual . Apa saja sih aturan yang harus  ditaati? Tentunya penerapan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, memakai face shield, dan topi.

Setiba  di lokasi, langkah awal kita harus membeli tiket, kemudian kita bisa memilih naik bus untuk keliling Taman Safari atau tetap  untuk menggunakan kendaraan pribadi. Ketika naik bus ada seorang pemandu wisata yang menjelaskan tentang asal-usul, makanan, maupun karakteristik setiap hewan yang kita kunjungi. Perjalanan dimulai dari Safari adventure, yaitu dari satwa yang berasal dari Benua Eropa yaitu bison eropa yang makanannya berupa daun-daunan. Setelah itu hewan rusa, kemudian satwa karnivora yaitu hewan pemakan daging, antara lain beruang, badak, dan lain-lain. Teman-teman, di sana juga terdapat kambing gunung yang bisa melompat hingga 2 meter. Wah... keren yaa... teman-teman. Berikutnya ada  satwa darat antara lain hewan zebra, singa, gajah sumatera, unta, jerapah, dan bisa kita jumpai banyak binatang lain yang tidak berada di dalam kandang dan bebas berkeliaran di belantara setempat, hingga kita sampai pada segmen berikutnya yaitu baby zoo dan beberapa tempat pertunjukan atraksi hewan lainnya, seru ... ya....!

Teman-teman , walaupun dalam keadaan yang terbatas ini, kita masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang tak terbatas, yang tentunya sangat menyenangkan. Kita harus tetap bersyukur karena di zaman ini sudah ada teknologi yang memadai sehingga kita bisa melakukan Field Trip secara online. Jadi, sekalipun  berada dalam situasi yang penuh dengan keterbatasan, kita harus tetap semangat dan bersyukur untuk apapun yang kita alami. Salam sehat dan tetap semangat!!

Tetap Semangat Dalam Belajar

Semangat pagi!! Bagaimana kabar teman-teman yang masih stay at home? Tentunya berharap tetap sehat dan penuh dengan sukacita.  Ya, apapun kondisi kita saat ini, tetaplah senantiasa bersyukur !

IMG-20200520-WA0026.jpgIMG-20200518-WA0010_1.jpgIMG-20200518-WA0131.jpg

Teman-teman pertemuan kita kali ada yang berbeda lho, kira-kira apa ya…?! Begini, biasanya kita mengikuti kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan oleh teman-teman kita. Tapi, kali ini kita membaca beberapa testimoni dan curahan hati ketika mendampingi dan melayani kita dalam kegiatan belajar dari rumah baik perwakilan dari orang tua dan juga guru-guru kita tercinta dari SD Kristen Petra 1. Kita simak sama-sama, yuuk ……..

Ibu Nobella Indrajaja sebagai orang tua dari Nobel kelas VI dan Almer kelas II di masa pandemi ini mengalami kekhawatiran juga terutama dalam hal kesehatan keluarga dan anak-anak.  Semenjak anak-anak tidak lagi pergi ke sekolah dan proses pembelajaran dilakukan dari rumah, maka langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan penyesuaian dengan mengkondisikan kegiatan tetap menyerupai belajar di sekolah. Dalam hal ini aktivitas anak-anak tetap bangun pagi, mandi, berdoa, dan bersiap-siap untuk melakukan kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyaksikan tayangan dari TVRI kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan dari Bapak/Ibu Guru melalui pembelajaran daring, kemudian kami membantunya untuk mengirimkan tugas harian melalui aplikasi online sesuai petunjuk dari guru. Memang tidak mudah, diperlukan komitmen  untuk aktif berperan (sesibuk apapun kami dengan pekerjaan), keahlian khusus, kesabaran, dan memberikan sarana dan prasarana dalam mendampingi anak-anak ketika proses Learn from Home (LFH) berlangsung. Tidak dipungkiri terkadang rasa malas dan penat dialami anak-anak karena tidak dapat bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan teman-teman maupun guru mereka. Sebagai orang tua, tentunya selalu memberikan motivasi agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran walaupun secara daring. Oleh sebab itu, orang tua tetap menjalin komunikasi yang baik, bersinergi dengan pihak sekolah terutama Bapak dan Ibu Guru demi kebaikan dan masa depan bagi anak-anak.

Selanjutnya kita simak apa yang disampaikan oleh dr. Yuly Lie Jaya, M.Blomed (AAM) ibu dari teman kita Jesslyn kelas V dan Steven kelas VII.

Sebagai seorang dokter yang beraktivitas di klinik, selama ini hampir tidak pernah terlibat secara langsung dalam hal membimbing pelajaran yang mereka terima dari sekolah. Namun, segalanya berubah sejak terjadi pandemi Covid-19, terutama anak-anak diwajibkan Learn From Home (LFH). Perubahan pola hidup menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Untuk itu beberapa strategi diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran anak-anak pada masa pandemi ini, adalah (1) memberikan pengertian dan pemahaman tentang apa dan bagaimana Covid-19; (2) aktif berinteraksi dan bekerjasama dengan guru; (3) membuat jadwal secara teratur (memberikan penjelasan bahwa LFH bukan berarti libur sekolah); (4) mendampingi dan membantu anak untuk belajar dan memahami materi yang diberikan dari sekolah; (5) menciptakan suasana yang nyaman untuk belajar di rumah; (6) selingi dengan aktivitas yang menyenangkan (olahraga, nonton film, game, memasak bersama-aktivitas seperti ini bisa dijadikan sebagai hadiah/imbalan ketika anak telah menyelesaikan tugas/materi yang diberikan); (7) sharing dan berdoa bersama keluarga. Wajar saja apabila sering dilanda rasa bosan dan stress karena hanya menghabiskan waktu di rumah. Namun, sebagai orang tua harus bisa memanajemen emosi dan energi dengan baik. Makan bergizi, istirahat cukup, olah raga teratur dan bila perlu minum vitamin. Terus belajar berpikir positif dan optimis bahwa pandemi ini akan berakhir, karena semua pengorbanan yang kita lakukan adalah demi kepentingan dan masa depan anak-anak.

Wow, ternyata apa yang kita katakan selama ini bahwa “mama cerewet” itu tidak benar, karena dibalik semuanya itu ada tujuan yang mulia, yaitu demi kebaikan masa depan kita. Terima kasih mama, terima kasih papa untuk semua pengorbanan yang sudah diberikan selama ini.

Nah, saatnya kita simak, apa yang disampaikan oleh guru-guru kita yang tercinta. Ibu Jeane Rini P., sebagai guru Pendidikan Agama Kristen.

Cemas?  Takut? Khawatir? Ya, hati siapa yang tidak takut mengalami serangan Covid-19 yang menghadirkan efek kejut yang luar biasa dan segalanya menjadi tidak pasti. Hal ini berdampak juga dalam bidang pendidikan. Pemerintah memberikan arahan untuk melakukan pembelajaran secara daring yang tentunya merupakan tantangan tersendiri bagi seorang pendidik. Terus berinisiatif dan mencari berbagai strategi pembelajaran yang kreatif dengan memanfaatkan berbagai platform seperti presentasi zoom meeting, post-test dengan kuis melalui Google Form, pemberian tugas proyek maupun tugas lainnya dengan Google Drive merupakan sejumlah cara yang dilakukan untuk merangkul perubahan cara belajar di masa pandemi Covid-19 ini, sehingga transfer ilmu pengetahuan kepada siswa dapat menarik dan efektif. Pandemi Covid-19 ini memang membatasi ruang gerak, namun dengan membuka pikiran dan harus mau di upgrade dapat menjadikan pembelajaran daring lebih bermakna dan menyenangkan. Bermakna dan menyenangkan, merupakan dua kata yang mendorong untuk terus berkreasi dan kreatif dalam meramu materi. Bermakna dalam arti sebagai pendidik, guru berusaha untuk menghidupkan interaksi online dengan siswa melalui       pemanfaatan berbagai media dan sumber belajar yang mendukung tujuan pembelajaran sehingga siswa tidak bosan dan tetap produktif di rumah. Menyenangkan dalam arti guru memasukkan banyak kreativitas yang dapat menimbulkan semangat dan mengasah rasa ingin tahu siswa (misalnya mengajak siswa membuat poster tentang cara mencegah penyebaran virus Covid-19 dan hasilnya dikirimkan melalui foto). Penugasan seperti ini menjadikan suatu pengalaman positif yang menyenangkan bagi siswa. Oleh karena itu, di tengah pandemi ini menjadi sebuah momen perubahan cara pandang dan pola interaksi guru dengan teknologi untuk mengembangkan pengajaran. Kreativitas merupakan kunci sukses dari seorang pendidik untuk memotivasi siswa agar terus dan lebih semangat dalam belajar online.

Berikutnya Ibu Maria Ana sebagai guru kelas II. Banyak pikiran berkecamuk dalam benak ketika mendengar informasi bahwa siswa diwajibkan stay and learn at home sebagai akibat pandemi Covid-19. Diawali dari sebuah obsesi untuk menyelesaikan materi Penilaian Akhir Tahun yang belum tuntas, cara mendistribusikan dan mengumpulkan soal latihan maupun tugas yang diberikan kepada  siswa, juga  adanya pembelajaran daring ini guru dituntut untuk lebih kreatif. Mulailah pencarian informasi melalui google. Di sini kami menyadari bahwa saat ini kami pendidik dituntut untuk “melek IT” . Meskipun membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup, kami merasa bangga karena bisa memberikan pembelajaran yang lebih menarik dengan memanfaatkan berbagai  aplikasi yang ada. Tapi, secanggih apapun keberadaan IT, sebagai pendidik saya yakin bahwa anak-anak pasti sangat merindukan dan membutuhkan kehadiran seseorang yang berdiri di depan mereka dengan suara yang lantang sambil membawa marker  dan penggaris kayu panjangnya. Ya, itulah sosok seorang guru dengan kesederhanaan penampilan tapi penuh makna.

Stay at home, terus berpikir positif, selalu menjaga kebersihan, dan tetap berdoa. Badai pasti berlalu, pandemi Covid-19 akan berakhir. Yakin dan percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan melindungi kita. Amin. Salam sehat. Tuhan Yesus memberkati.

Teleconference

Koq sepi….?  Tak terdengar lagi suara anak-anak berteriak memanggil temannya. Tak terdengar lagi derap kaki berlari kecil di halaman sekolah. Tak terdengar lagi suara gelak tawa, canda, cerita lucu dari teman-teman. Rintihan kecil “aduh, sakit!” di saat ada yang terjatuh, tak terdengar lagi. Bahkan bel sekolah tanda masuk “teng…teng…teng…teng..teng” tak pernah tersentuh lagi!

IMG-20200422-WA0112.jpg20200417_101351.jpgIMG-20200422-WA0111_1.jpg20200417_101334.jpg

Iyaa…. ternyata semuanya berubah, berubah begitu cepat. Kegiatan yang biasanya kita lakukan di sekolah, semuanya harus teman-teman lakukan di rumah. Tentunya teman-teman semua tahu, kan?  Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Covid-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina.  Virus Corona yang saat ini menyebar ke hampir semua negara,  termasuk Indonesia hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka menekan penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, berbagai cara sudah dilakukan pemerintah antara lain diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Salah satunya adalah “merumahkan” pendidikan, artinya menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang pelajar yang baik untuk membantu pemerintah mengatasi pendemi virus Corona ini? Ya, tentunya tetap tinggal di rumah, terus belajar, menjaga kondisi tubuh untuk tetap sehat, dan juga menjaga kebersihan tubuh kita.

Apa yang bisa kita lakukan ketika ingin bertemu dengan guru-guru di sekolah? Tenang teman-teman, saat ini teknologi sudah semakin canggih. Untuk sementara waktu kita memang tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan guru-guru kita tercinta, tapi kita masih bisa mengadakan pertemuan dengan beberapa teman-teman kita juga yang dilakukan melalui koneksi jaringan. Tentunya teman-teman sudah melakukan semuanya kan? Ya, betul. Salah satu caranya adalah dengan melakukan teleconference. Melalui teleconference ini kita bisa menyapa guru-guru tercinta kita, baik yang sedang bertugas di sekolah atau di rumah dan juga kita bisa melihat ekspresi teman-teman kita ketika belajar di rumah. Wow, senang sekali bisa melepas rasa kangen walau hanya lewat teleconference. Kita semua ingin pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga kita bisa bertemu dengan Bapak/Ibu Guru, teman-teman untuk belajar dan beraktivitas kembali di sekolah. Oleh sebab itu, kita lebih banyak lagi berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan sehingga pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Amin.

Salam sehat. Tuhan Yesus memberkati.

Edukasi Wisata Si Jago Merah

“Wiuuu...wiuuuuu....wiuuuuu...toot...tooot” terdengar bunyi sirine dari truk pemadam kebakaran (damkar) di seputar Tugu Pahlawan Surabaya. Waduh, ada kebakaran di mana yaa .... eh, ternyata bukan ada kebakaran, tapi koq beberapa teman-teman kita ada di dalam truk pemadam kebakaran itu yaa.... memangnya ada  apa dengan mereka? Kita cari tahu yuuuk .....

IMG_7609.jpgIMG_7616.jpgIMG_7711.jpgIMG_7685.jpgIMG_7689.jpgIMG_7622.jpgIMG_7675.jpgIMG_7630.jpgIMG_7586.jpgIMG_7657.jpg

Rabu, 19 Februari 2020 teman-teman kita dari SD Kristen Petra 1 kelas II mengunjungi kantor Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya yang berlokasi di Jalan Pasar Turi No. 21, Surabaya. Bapak Arif dengan senyum ramah dan sapaan yang sopan beliau menyambut kedatangan teman-teman.  Rangkaian kegiatan yang diawali dengan mengajak kami berjalan-jalan dengan memberi penjelasan tentang alat-alat yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran, serta cara dan fungsi penggunaannya apabila terjadi kebakaran. Misalnya pemadam kebakaran bertipe motor, digunakan untuk menjangkau tempat-tempat yang sempit, kemacetan, atau perkampungan dan tempat kebakaran yang dirasa sulit untuk dijangkau, sedangkan truk PMK berfungsi untuk memadamkan bangunan kecil sampai gedung yang bertingkat. Selain itu diperkenalkan juga berbagai macam alat-alat yang digunakan oleh petugas PMK mulai dari pipa penyemprotan, masker, sepatu, helm sampai baju anti panas yang biasa dikenakan oleh petugas. Setelah mendengarkan berbagai penjelasan, beberapa teman-teman kita diajak untuk keliling sekitar kantor PMK dan Tugu Pahlawan dengan menggunakan mobil PMK, sembari membunyikan sirine yang suaranya menggema di mana-mana.  Nah, ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh teman-teman kita, yaitu bermain flying fox dan bermain air dengan memperagakan cara menyemprotkan air dari armada pemadam kebakaran (damkar) ke udara.  Wah, sungguh pembelajaran yang menyenangkan karena teman-teman bisa bermain dan juga menambah pengetahuan.

boost the values reap the success